Selaku orang tidak lebih enak, kami memang seharusnya hadapi banyak rintangan. Dimulai dari sulit ngomong ‘tidak’ untuk semuanya keinginan sampai harus terima jika digunakan orang. Tetapi ada lagi satu rintangan yang selalu untuk kami kerepotan sendiri, yakni peristiwa meminta utang.

Walau sebenarnya kami telah meminta apa yang semestinya dibalikkan dengan santun, bahkan juga terkadang sampai merendah. Tetapi bukanlah dibalikkan, mereka yang pinjam ini malah mlipir pelan-pelan lalu lenyap. Mereka seringkali jadi faksi yang lebih galak dibanding kami yang pasti tengah perjuangkan hak. Dear, kalian yang sedang menghindar dari tanggung jawab ini, kenalilah beberapa hal yang kami rasai waktu ikhlas menolong tetapi malah tersiksa waktu menagihnya.

Kalian tiba dengan muka melas. Lantas dimulailah cerita jika kalian kembali dirundung permasalahan. Dengan muka memelas dan suara berbicara yang merendah, kalian sukses untuk kami kasihan. Jurus kalian yang begitu sakti atau kami yang begitu tidak lebih enak, pada akhirnya kami pinjamkan beberapa atas sesuatu yang dimiliki. Sesudah apa yang kalian harapkan dipegang, janji-janji manis disebarkan. Diantaranya janji untuk selekasnya kembalikan secepat-cepatnya.

Selang beberapa saat, semesta membalik kondisi. Kami dirundung permasalahan dan perlu hal yang dahulu sempat dipinjam oleh kalian. Bukanlah tidak tulus, apa lagi pengin mengungkit beberapa hal yang sudah berakhir. Tetapi kami memang sungguh memerlukannya saat ini. Pengin selekasnya meminta tetapi kembali lagi terhalang rasa tidak lebih enak ini.

8 Ragam Rasa Saat Orang Nggak Enakan Menagih Hutang. Antara Geregetan tapi Sungkan
error: Content is protected !!