Kamu yang selalu ada kota yang serupa dimulai dari TK sampai kerja, tinggal bersama orangtua, sering dipandang kurang bagus dibanding mereka yang berani mengelana jauh dari rumah. Anak rantau dipandang seperti pejuang mimpi yang tidak takut keluar dari zone nyaman. Berani ambil resiko serta lebih dekat sama keberhasilan.

Saat itu, kamu yang pilih di dalam rumah sama dengan anak manja yang tidak berani mengambil resiko untuk jauh dari keluarga. Walau sebenarnya bukan hanya kamu pengin dekat sama keluarga, kamu punyai argumen sendiri untuk tiap opsi yang kamu punyai.

Bersamaan dengan pertambahan umur, kata orang, capaian pertemanan semestinya makin bertambah. Jika waktu SD temanmu cuman beberapa anak yang tinggal di dusun yang serupa, karena itu waktu SMP semestinya temanmu melebar jadi orang yang tinggal di kecamatan yang serupa. Waktu SMA, ialah waktunya kamu mengenali beberapa orang yang tinggal di kabupaten yang serupa. Sedang jika kamu telah mahasiswa, lebih bagus kamu keluar kota, berjumpa dengan beberapa orang yang lain sekalian belajar berdikari.

Tetapi kamu pilih kebalikannya. Lahir sampai kuliah ada di kota yang serupa. Sekarang sesudah sarjana, kamu juga memutus bekerja di kota kelahiran. Mereka menanyakan kamu tidak jemu menyaksikan yang itu-itu saja? Apa kamu tidak mau menyaksikan bagian lain dunia yang tidak seluas daun kelor ini? Dan apa kamu tidak ingin cari pengalaman baru dengan hidup berdikari di kota orang untuk mimpi?

Untukmu yang Memilih Tinggal Bersama Orang Tua, Meski Satu Persatu Teman Merantau Meninggalkan Kota
error: Content is protected !!