Sekarang kita sudah mengambil langkah ke babak hidup yang lebih dewasa. Kamu tidak lagi anak kecil yang dapat gantungkan nasib ke orang-tua. Tidak juga bisa mengharap akan tiba fenomena semata-mata. Ada sesuatu hal yang perlu kau perjuangkan semaksimal mungkin.

Saya pasti tidak dapat memberitahu seutuhnya seperti apakah jalur yang menunggumu di situ. Tetapi satu pintaku, tutup rapat mulut itu. Ini ialah waktu yang pas untuk berusaha. Kita tunjukkan jika kamu ialah pejuang yang kuat, yang bekerja lebih keras dengan tangan dan otak.

Waktu membaca surat ini, kemungkinan kamu akan mengeryitkan dahi menanyakan siapa “saya” yang bicara padamu. Perlu kuberitahu, jika saya ialah suara hati kecil yang coba menolongmu melalui babak hidup yang makin bertambah berat dari sekian waktu. Periode itu akan datang, periode di mana kamu akan bertanggungjawab pada hidupmu seutuhnya. Dapat disebut di saat berikut kamu akan dituntut jadi individu yang lebih berdikari.

Bila dahulu kamu terlatih gantungkan hidup ke orangtua, karena itu kukatakan jika waktu bermanja-manja itu telah berakhir. Kamu harus dapat berdiri di atas kaki sendiri dan penuhi tuntutan hidup tanpa minta ke mereka. Di umur yang telah makin renta dan di umurmu yang makin bergerak dewasa, datang waktunya kalian bertukar peranan. Sekarang kamu harus siap-siap diri jadi penunjang, menyenangkan mereka sebelum waktunya tutup mata itu datang.

Pekerjaanmu di depan memang tidak dapat disebut enteng. Kamu yang semula dapat santai tanpa pikirkan beberapa bill, sekarang harus mulai resah pikirkan bagaimana triknya supaya pendapatan cukup tutup seluruh keperluan. Siapkan juga untuk menabung untuk calon anakmu nantinya, supaya keperluannya dapat terjaga sampai dia dewasa. Karena itu sisingkanlah lengan pakaian untuk menyongsong kenyataan hidup yang sesungguhnya. Kamu harus dapat menunjukkan diri sebagus-baiknya.

Mari Tak Usah Banyak Bicara. Kita Buktikan Saja Mimpi Ini Akan Bisa Terwujud, Segera!
error: Content is protected !!