Hening di luar, bising dalam, kurang lebih itu yang memvisualisasikan seorang introvert dengan gampang. Tidak banyak berbicara, tetapi pada dianya disimpan bermacam rasa. Tetapi jadi introvert tidak gampang juga. Sering orang melihatmu tinggi hati dan antisosial. Kerap kamu dipandang pendiam. Walau sebenarnya sebenarnya kamu suka jika ada orang yang ajakmu terlibat perbincangan.

Mengutarakan isi hati juga sulitnya mengagumkan. Umumnya emosi kamu taruh sendiri saja, dan duka lara juga ‘dinikmati’ dalam diam. Jadi introvert kadang memusingkan. Bukan tujuanmu menghindar orang, apa lagi menyingkir dari pertemanan. Tetapi hati tidak dapat dikelabui, sendirian biasanya semakin lebih membahagiakan. Kadang kamu pikirkan juga. Jika merajut rekanan sama orang lain demikian beratnya, bagaimana kamu dapat mendapati jodoh yang pas? Dear beberapa orang introvert, beberapa hal inikah yang kamu alami?

Umumnya orang akan geram jika janji ketemuan yang disetujui dengan kerja keras diurungkan demikian saja. Apa lagi jika pembatalannya telah di beberapa detik akhir waktu kamu telah bersiap sedia. Tetapi kadang kamu malah mengharap-harap penangguhan di peristiwa semacam itu. Apa lagi jika semenjak awalnya kamu telah tidak begitu semangat untuk ikut-ikutan. Yah, kadang kamu berasa bersalah juga. Tetapi sejujur-jujurnya, itu yang kerap kamu alami.

Kadang kamu memang tidak tahu apakah yang harus disebutkan. Ada saatnya kamu tidak mau mengulasnya, tetapi kadang kamu tidak paham bagaimana harus mengulasnya. Sebab pokoknya ialah kamu tidak pintar berbicara. Kamu perlu ditanyakan dahulu untuk mengutarakan isi hatimu. Tetapi bukan bermakna kamu tidak mau dimengerti. Dibalik senyuman yang hening itu, ada bermacam hal yang pengin kamu berikan. Kamu cuman mengharap seorang memperlihatkan langkah untuk mengawalinya.

Bukan Menjauh dari Pergaulan. tapi Inilah Isi Hatimu yang Lebih Suka Menikmati Waktu Sendirian
error: Content is protected !!